Kajian Pemberian Dosis NPK Majemuk dan Mikoriza Terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Serangan Patogen pada Cabai
Keywords:
budidaya konvensional, cabai keriting, hortikultura, insidensi hamaAbstract
Cabai keriting sebagai salah satu komoditas hortikultura dihasilkan petani melalui proses berjenjang dan berakhir pada konsumsi masyarakat. Salah satu upaya agroteknologi untuk meningkatkan produksi cabai keriting adalah pemberian pupuk NPK majemuk dan pemanfaatan fungi mikoriza dengan tujuan untuk mendapatkan dosis optimum untuk meningkatkan pertumbuhan, hasil cabai dan meningkatkan ketahanan tanaman cabai terhadap serangan penyakit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap faktorial dengan 3 ulangan sebagai kelompok melibatkan perlakuan dosis pupuk NPK majemuk (0; 25; 50 dan 75) kg/ha dan dosis fungi mikoriza (0; 0,5 dan 1) g/tanaman. Analisis statistik menggunakan uji keragaman dan uji polynomial orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman yang ditunjukkan bobot kering brangkasan tertinggi didapatkan pada kombinasi pemupukan NPK majemuk dosis 75 kg/ha dan pemberian 0,5 g mikoriza/tanaman. Jumlah cabai per tanaman terbanyak pada pemberian 0,6 g mikoriza/ tanaman. Pemberian NPK majemuk 48 g/tanaman menghasilkan bobot buah kumulatif tebesar. Insidensi serangan keriting daun pada dosis NPK majemuk 75 kg/ha dengan 0,5 g mikoriza/tanaman menurun hingga 94,44% dibandingkan kontrol.Downloads
Published
2025-01-10
Issue
Section
Articles
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.