PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK BORON TERHADAP BUNGA JANTAN DAN KADAR KLOROFIL MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L.)

Authors

  • Tanzilur Rohmatis Tsaniah Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember
  • Sigit Soeparjono Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember
  • M Irsyadus Juhri PT East West Seed Indonesia

Keywords:

Hara mikro, Foliar spray, Benih, Bunga jantan

Abstract

Permasalahan dalam produksi mentimun nasional adalah angka produktivitasnya yang masih rendah sehingga diperlukan upaya penyediaan benih bermutu untuk mendukung produktivitas di lapangan. Penyediaan nutrisi terutama unsur hara mikro bagi tanaman harus diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi dari konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk boron terhadap fase generatif tanaman tetua jantan mentimun. Penelitian dilakukan dalam Rancangan Petak Terbagi dengan 3 ulangan untuk meneliti konsentrasi boron sebagai petak utama dan frekuensi pemberian boron sebagai anak petak. Petak utama terdiri atas 4 taraf, yaitu 0 g L-1, 0.5 g L-1, 1 g L-1, dan 1.5 g L-1. Anak petak terdiri atas 3 taraf, yaitu aplikasi 1 kali, 2 kali dan 3 kali masing-masing umur 14, 21 dan 28 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk boron dengan konsentrasi dan frekuensi yang tinggi menghasilkan rata-rata jumlah bunga jantan yang lebih banyak dibandingkan dengan konsentrasi boron yang lebih rendah. Pemberian boron tidak memberikan pengaruh yang siginifikan pada kadar klorofil tanaman namun memberikan perbedaan yang nyata pada daya berkecambah serbuk sari mentimun. Boron pada konsentrasi 1 g L-1 dengan frekuensi pemberian 1 dan 2 kali mampu menghasilkan daya berkecambah serbuk sari hingga 82.7%.

References

Ardian, Suprayogi, B., Timotiwu, P.B. (2016). Evaluasi daya hasil mentimun hibrida persilangan dua varietas mentimun. J. Agrotek Tropika, 4(3): 186-192.

Ashraf, M.I., Liaqat, B., Tariq, S., Anam, L., Saeed, T., Almas, M., Hussain, N. (2019). Effectiveness of foliar spray application of zinc, iron, and boron on growth and yield of sponge (Luffa cylindrica L.). International Journal of Agriculture and Biological Sciences, 3(12): 133-138

[BPS] Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Indonesia 2022. Badan Pusat Statistik. Jakarta

Fariroh I. (2012). Pengaruh pengeringan, media pengujian, waktu panen dan kondisi ruang simpan terhadap viabilitas serbuk sari mentimun (Cucumis sativus L.). skripsi. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor. 47 hal

Fariroh, I., Palupi, E.R., Suwarno, F.C. (2016). Penyimpanan Serbuk Sari Jagung dan Potensinya untuk Produksi Benih Hibrida. J. Agron. Indonesia, 45(2):146-153

Febriani, D.A., Darmawati, A., Fuskhah, E. (2021). Pengaruh dosis kompos ampas teh dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan produksi mentimun (Cucumis sativus L.). J. Buana Sains, 21(1): 1-10

Fernandez V, Sotipoulus T, Brown P. (2013). Foliar Fertilization, Scientific Pronciples and Field Practices. International Fertilizer Industry Association. Paris

Gupta, N., Kumar, S., Jain, S.K., Tomar, B.S., Singh, J., Sharma, V.(2021). Challanges and opportunities in cucumber seed production. Int. J. Curr Microbiol. App. Sci, 10(1): 2135-2144Ardian, Suprayogi, B., Timotiwu, P.B. (2016). Evaluasi daya hasil mentimun hibrida persilangan dua varietas mentimun. J. Agrotek Tropika, 4(3): 186-192.

Ashraf, M.I., Liaqat, B., Tariq, S., Anam, L., Saeed, T., Almas, M., Hussain, N. (2019). Effectiveness of foliar spray application of zinc, iron, and boron on growth and yield of sponge (Luffa cylindrica L.). International Journal of Agriculture and Biological Sciences, 3(12): 133-138

[BPS] Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Indonesia 2022. Badan Pusat Statistik. Jakarta

Fariroh I. (2012). Pengaruh pengeringan, media pengujian, waktu panen dan kondisi ruang simpan terhadap viabilitas serbuk sari mentimun (Cucumis sativus L.). skripsi. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor. 47 hal

Fariroh, I., Palupi, E.R., Suwarno, F.C. (2016). Penyimpanan Serbuk Sari Jagung dan Potensinya untuk Produksi Benih Hibrida. J. Agron. Indonesia, 45(2):146-153

Febriani, D.A., Darmawati, A., Fuskhah, E. (2021). Pengaruh dosis kompos ampas teh dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan produksi mentimun (Cucumis sativus L.). J. Buana Sains, 21(1): 1-10

Fernandez V, Sotipoulus T, Brown P. (2013). Foliar Fertilization, Scientific Pronciples and Field Practices. International Fertilizer Industry Association. Paris

Gupta, N., Kumar, S., Jain, S.K., Tomar, B.S., Singh, J., Sharma, V.(2021). Challanges and opportunities in cucumber seed production. Int. J. Curr Microbiol. App. Sci, 10(1): 2135-2144

Jokanovic, M.B. (2020). Boron toxicity and deficiency in agricultural plants. Int. J. Molecular Science, 21(1424) DOI: 10.3390/ijms21041424

Landi, M., Remorini, D., Pardosi, A., Guidi, L. (2013). Boron excess affects photosynthesis and antioxidant apparatus of greenhouse Cucurbita pepo and Cucumis sativus. Journal of Plant Research, 126(6), 775–786

Meier, S., Moore, F., Morales, A., Gonzales, M.A., Seguel, A., Gergichevich, C.M., Rubilar, O., Cumming, J., Aponte, H., Alarcon, D., Mejias, J. (2020). Synthesis of calcium borate nanoparticles and its use as potential foliar fertilizer in lettuce (Lactuca sativa) and zucchini (Cucurbita pepo). Plant Physiology and Biochemistry, 151: 673-680

Megharaj, K.C., Ajjappalavara, P.S., Revanappa, Manjunathagowda, D.C., Bommesh, J.C. (2017). Sex manipulation in cucurbitaceous vegetables. Int.J.Curr.Microbiol.App.Sci, 6(9): 1839-1851

Munawar, A. (2011). Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman. IPB Press. Bogor

Nagy, P.T., Kincses, I., Nyéki, J., Soltész, M., Szabó, Z. (2011). Importance of boron in

fruit nutrition. International Journal of Horticultural Science 17 (1–2): 39–44.

Naz, R.M.M., Muhammad, S., Hamid, A., Bibi, F. (2012). Effect of boron on the flowering

and fruiting of tomato. Sarhad J. Agric 28(1): 37-40

Penaloza, P. dan Toloza, P. (2018). Boron increases pollen quality, pollination, and fertility of different genetic lines of pepper. Journal of Plant Nutrition, DOI: 10.1080/01904167.2018.1431666

Resh, H.M. (2013). Hydroponic Food Production. CRC Press. New York

Rozen, N., Hakim, N., Gusnidar. (2017). Aplikasi unsur mikro pada padi sawah intensifikasi yang diberi pupuk organik titonia plus pada metode SRI. J. Solum, 16(1): 1-12

Shahid, M., Nayak, A.K., Tripathi, R., Katara, J.L., Bihari, P., Lal, B., Gautan, P. (2018). Boron application improves yield of rice cultivars under high temperature stress during vegetative and reproductive stages. International Journal of Biometeorology, 62(8), 1375–1387

Shireen, F., Nawaz, M.A., Chen, C., Zhang, Q., Zheng, Z., Sohail, H., Sun, J., Cao, H., Huang, Y., Bie, Z. (2018). Boron: Functions and approaches to enhance its availability in plants for sustainable agriculture. Int. J. Molecular Science, 19(1856) DOI:10.3390/ijms19071856

Suraj, K.C., Kabita, P., Sujan, P., Sabuj, A., Arjun, S. (2019). Effect of foliar spray of boron and zinc on performance of cucumber (Cucumis sativus L.) cv. Bhaktapur local under net house in Kaski, Nepal. Academia Journal of Agricultural Research, 7(12): 288-294.

Putri, M.A., Firdaus, L.N., Wulandari, S. (2017). Kandungan klorofil tumbuhan dominan pasca kebakaran lahan gambut dan pemanfaatannya untuk rancangan LKPD biologi SMA. JOM BKIP.

Downloads

Published

2023-06-20