Aplikasi Pupuk Bio-Organik Cair untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)

Authors

  • Muhammad Ansar Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako
  • Abdul Rahim Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako
  • Mahfudz Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako

Keywords:

Sayuran, pertanian organik, berkelanjutan

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu jenis sayuran yang mendapat perhatian penting oleh pemerintah, karena seringkali mempengaruhi inflasi. Produktivitas cabai rawit nasional masih rendah, rata-rata hanya 3,76-5,89 t/ha, sedangkan potensinya 9,32 t/ha. Penyebab utama rendahnya produktivitas tanaman cabai rawit adalah masalah ketersediaan unsur hara yang terbatas. Untuk itu, perlu dilakukan aplikasi pupuk bio-organik cair, karena mengandung jenis dan jumlah unsur hara yang lebih tinggi dan ketersediaannya bagi tanaman relatif cepat. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi pupuk bio-organik cair terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian berlangsung bulan Maret-Agustus 2024 di Desa Olobojo, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. Penelitian menggunakan Racangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 6 (enam) taraf perlakuan konsentrasi pupuk bio-organik cair (BOC), yaitu: K0 (tanpa BOC); K1 (BOC 2 ml/L air), K2 (BOC 4 ml/L air), K3 (BOC 6 ml/L air), K4 (BOC 8 ml/L air) dan K5 (BOC 10 ml/L air). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 18 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BOC 2-8 ml/L air menghasilkan daun relatif banyak, tanaman cabai lebih tinggi serta lilit batang lebih besar dibandingkan perlakuan lainnya, namun konsentrasi pupuk BOC yang diaplikasikan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah buah dan berat buah cabai rawit.

Downloads

Published

2025-01-09