Pemberian BAP dan 2,4D Terhadap Pertumbuhan Kentang Secara In Vitro

Authors

  • Edelweis Asrilika Agustina Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University
  • Eddy Tri Haryanto Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University
  • Sri Hartati Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University
  • Retna Bandriyati Arniputri Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Keywords:

auksin, kultur jaringan, sitokinin, Solanaceae

Abstract

Perbanyakan kentang dengan kultur jaringan dengan pemberian 2,4 D dan BAP merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengadaan bibit kentang yang berkualitas dan kontinyu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi penambahan 2,4D dan BAP, mengetahui pengaruh penambahan 2,4D dan mengetahui pengaruh penambahan BAP terhadap pertumbuhan eksplan kentang. Penelitian dilaksanakan dari Bulan Februari-Juni 2024. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi BAP (0; 1; 2; 3 ppm). Faktor kedua yaitu konsentrasi 2,4D (0; 0,5; 1; 1,5 ppm). Pengamatan pertumbuhan terdiri dari jumlah tunas, jumlah daun, jumlah akar, dan tinggi tanaman. Analisis data menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BAP 3 ppm + 2,4D 0,5 ppm lebih baik pada jumlah akar, dan BAP 0 ppm + 2,4D 0 ppm lebih baik pada tinggi tanaman kentang. Pemberian BAP 1 ppm lebih baik pada jumlah daun kentang dan BAP 2 ppm lebih baik pada jumlah tunas kentang. Pemberian 2,4D 1 ppm lebih baik pada jumlah daun kentang.

Downloads

Published

2025-01-09