Prosiding Seminar Nasional Perhimpunan Hortikultura Indonesia http://epros.perhorti.id/index.php/epros <p>Prosiding Seminar Nasional Perhimpunan Hortikultura Indonesia (PERHORTI)</p> en-US Thu, 09 Jan 2025 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pemanfaatan Lahan Desa Air Mesu Kabupaten Bangka Tengah Sebagai Agrowisata Buah Lokal http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/83 Pasokan buah durian yang terkenal di Indonesia salah satunya berasal dari Provinsi Bangka Belitung dengan rasa dan aroma khas yang terkenal yaitu Namlung dan klamunod. Hasil identifikasi durian unggulan berpotensi dikembangkan di Desa Air Mesu Kabupaten Bangka Tengah banyak berumur tua. Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan pohon induk durian lokal Bangka Tengah sebagai plasma nutfah buah lokal. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Agustus 2024 di Desa Air Mesu Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian dilakukan dengan Metode pengumpulan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan potensi lahan desa air mesu di bukit Bunaya sebagai agrowisata buah. Budidaya madu kelulut di sekitar pohon durian lokal memberikan pengaruh positif dan meningkatkan kesadaran petani untuk menghasilkan produk pertanian yang aman. Implikasinya, ada potensi spot yang bagus di Bukit Bunaya Desa Air Mesu untuk dikembangkan agrowisata buah lokal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Air mesu kabupaten Bangka Tengah. Tri Lestari, Kartika, Maera Zasari Copyright (c) 2025 Tri Lestari, Kartika, Maera Zasari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/83 Thu, 09 Jan 2025 00:00:00 +0000 Perkembangan Kultur Eksplan Mahkota Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) Varietas Tamban dengan Perlakuan Sinar UV-B dan UV-C http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/84 Sinar UV-B dan UV-C termasuk mutagen yang memiliki energi foton yang cukup untuk menghancurkan ikatan kimia sehingga keduanya dapat mempengaruhi proses fisiologi dan DNA suatu tanaman. Studi tentang pengaruh sinar UV-B dan UV-C terhadap tanaman diperlukan terlebih dahulu untuk digunakan dalam induksi variasi somaklonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sinar UV-B dan UV-C terhadap perkembangan kultur eksplan mahkota nanas varietas Tamban yang merupakan nanas lokal Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengamati perkembangan eksplan mahkota nanas varietas Tamban pada tahap inisiasi dan subkultur. Rancangan penelitian ini adalah RAL Tersarang dengan kontrol terpisah yang terdiri atas dua faktor berulangan tiga, yaitu jenis sinar UV (UV-B dan UV-C) dan lama paparan sinar UV yang tersarang dalam jenis sinar UV (10, 20, 30, dan 40 menit). Perkembangan eksplan pada perlakuan kontrol, sinar UV-B, dan sinar UV-C tahap inisiasi diawali dengan membesarnya mata tunas aksilar berupa tonjolan (nodul) lalu membentuk tunas baru. Perkembangan setelah subkultur berupa pertumbuhan tunas, pertumbuhan daun, dan multiplikasi tunas. Hasil ini menunjukkan bahwa tahap perkembangan kultur eksplan nanas mahkota nanas varietas Tamban pada inisiasi dan subkultur tidak memiliki perbedaan antar perlakuan. Rizka Annisafitri, Raihani Wahdah, Hilda Susanti Copyright (c) 2025 Rizka Annisafitri, Raihani Wahdah, Hilda Susanti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/84 Thu, 09 Jan 2025 00:00:00 +0000 Respon Stek Batang Anggur (Vitis spp. L.) cv. Freedom, Isabella, dan Red Master terhadap Perendaman Asam Humat Cair http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/85 Perbanyakan vegetatif melalui stek batang merupakan salah satu metode yang digunakan dalam budidaya anggur (Vitis vinifera L.). Salah satu tantangan utama dalam perbanyakan dengan stek adalah tingkat keberhasilan pertumbuhan akar dan tunas yang bervariasi, yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan perlakuan yang diberikan selama proses perakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon stek batang anggur cv. Freedom, Isabella, dan Red Master terhadap perendaman dalam larutan asam humat cair dengan berbagai konsentrasi. Perlakuan yang diterapkan meliputi perendaman dalam larutan atonik 1 mL/L, asam humat cair 5 mL/L, 10 mL/L, dan 15 mL/L, masing-masing selama 6 jam. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial dengan tiga ulangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2024 di Rumah Plastik Bambu Kuning, Fakultas Biologi dan Pertanian, Universitas Nasional, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi respon pertumbuhan stek batang anggur terhadap perlakuan perendaman. Penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan asam humat cair sebagai zat perangsang tumbuh dapat memberikan manfaat signifikan dalam perbanyakan stek batang anggur. Tengku Laila Kamaliah, Zulfikar Damaralam Sahid, Siti Fatimah Nurul Qomariyah, Muhammad Kahfi Copyright (c) 2025 Tengku Laila Kamaliah, Zulfikar Damaralam Sahid, Siti Fatimah Nurul Qomariyah, Muhammad Kahfi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/85 Thu, 09 Jan 2025 00:00:00 +0000 Aplikasi Pupuk Bio-Organik Cair untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/86 Cabai rawit merupakan salah satu jenis sayuran yang mendapat perhatian penting oleh pemerintah, karena seringkali mempengaruhi inflasi. Produktivitas cabai rawit nasional masih rendah, rata-rata hanya 3,76-5,89 t/ha, sedangkan potensinya 9,32 t/ha. Penyebab utama rendahnya produktivitas tanaman cabai rawit adalah masalah ketersediaan unsur hara yang terbatas. Untuk itu, perlu dilakukan aplikasi pupuk bio-organik cair, karena mengandung jenis dan jumlah unsur hara yang lebih tinggi dan ketersediaannya bagi tanaman relatif cepat. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi pupuk bio-organik cair terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian berlangsung bulan Maret-Agustus 2024 di Desa Olobojo, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. Penelitian menggunakan Racangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 6 (enam) taraf perlakuan konsentrasi pupuk bio-organik cair (BOC), yaitu: K0 (tanpa BOC); K1 (BOC 2 ml/L air), K2 (BOC 4 ml/L air), K3 (BOC 6 ml/L air), K4 (BOC 8 ml/L air) dan K5 (BOC 10 ml/L air). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 18 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BOC 2-8 ml/L air menghasilkan daun relatif banyak, tanaman cabai lebih tinggi serta lilit batang lebih besar dibandingkan perlakuan lainnya, namun konsentrasi pupuk BOC yang diaplikasikan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah buah dan berat buah cabai rawit. Muhammad Ansar , Abdul Rahim , Mahfudz Copyright (c) 2025 Muhammad Ansar , Abdul Rahim , Mahfudz https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/86 Thu, 09 Jan 2025 00:00:00 +0000 Pemberian BAP dan 2,4D Terhadap Pertumbuhan Kentang Secara In Vitro http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/87 Perbanyakan kentang dengan kultur jaringan dengan pemberian 2,4 D dan BAP merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengadaan bibit kentang yang berkualitas dan kontinyu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi penambahan 2,4D dan BAP, mengetahui pengaruh penambahan 2,4D dan mengetahui pengaruh penambahan BAP terhadap pertumbuhan eksplan kentang. Penelitian dilaksanakan dari Bulan Februari-Juni 2024. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi BAP (0; 1; 2; 3 ppm). Faktor kedua yaitu konsentrasi 2,4D (0; 0,5; 1; 1,5 ppm). Pengamatan pertumbuhan terdiri dari jumlah tunas, jumlah daun, jumlah akar, dan tinggi tanaman. Analisis data menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BAP 3 ppm + 2,4D 0,5 ppm lebih baik pada jumlah akar, dan BAP 0 ppm + 2,4D 0 ppm lebih baik pada tinggi tanaman kentang. Pemberian BAP 1 ppm lebih baik pada jumlah daun kentang dan BAP 2 ppm lebih baik pada jumlah tunas kentang. Pemberian 2,4D 1 ppm lebih baik pada jumlah daun kentang. Edelweis Asrilika Agustina , Eddy Tri Haryanto , Sri Hartati , Retna Bandriyati Arniputri Copyright (c) 2025 Edelweis Asrilika Agustina , Eddy Tri Haryanto , Sri Hartati , Retna Bandriyati Arniputri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/87 Thu, 09 Jan 2025 00:00:00 +0000 Perkembangan Bunga Trimorfik dan Polong Supan-Supan (Neptunia oleracea): Upaya Konservasi Tanaman Endemik Lahan Basah http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/89 Perubahan iklim dan degradasi lahan mengancam kelangsungan hidup tanaman endemik, termasuk supan-supan, yang merupakan tanaman endemik lahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami morfologi bunga dan perkembangan polong pada tanaman supan-supan guna mendukung upaya konservasi. Pengamatan dilakukan pada tanaman yang dibudidayakan dari setek batang induk yang sama dalam pot, dengan fokus pada karakter morfologi bunga dan perkembangan polong pada setiap fase. Tanaman supan-supan menunjukkan struktur bunga majemuk heteromorfik dengan tiga jenis bunga: bunga fertil, bunga jantan, dan bunga steril. Polong berkembang melalui beberapa tahapan mulai dari inisiasi hingga matang fisiologis sebelum akhirnya pecah, menghasilkan biji yang berkisar antara lima hingga lima belas per polong. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya memahami morfologi dan perkembangan bunga serta polong untuk mengembangkan strategi konservasi dan teknik budidaya yang lebih efisien. Penelitian ini memberikan wawasan baru yang mendukung konservasi dan penggunaan berkelanjutan tanaman supan-supan, yang memiliki banyak manfaat potensial bagi kesehatan manusia dan ekosistem. M. Laily Qadry Sukmana, Hilda Susanti, Gusti Rusmayadi Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/89 Thu, 09 Jan 2025 00:00:00 +0000 INVENTARISASI HAMA LALAT BUAH (Diptera: Tephritidae) PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) DI DATARAN TINGGI SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/90 Penelitian ini untuk mengetahui spesies lalat buah apa saja yang menyerang tanaman tomat di dataran tinggi sembalun di Kabupaten Lombok Timur, untuk mengetahui intensitas serangan hama lalat buah dan untuk mengetahui spesies lalat buah apa saja yang menyerang tanaman tomat di dataran tinggi sembalun di Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survey lapangan dan koleksi spesies. Hasil penelitian ditemuan satu genus lalat buah pada pada dataran tinggi di Kecamatan Sembalun yaitu Bactrocera. Genus Bactrocera terdiri dari 8 spesies yaitu Bactrocera carambolae, Bactrocera musae, Bactrocera correcta, Bactrocera pyrifoliae, Bactrocera dorsalis, Bactrocera broniae, Bactrocera umbrosa, Bactrocera kandiensis. Satu buah tomat dapat diserang oleh 1-4 spesies lalat buah yang berbeda-beda. Bactrocera dorsalis selalu ditemukan menyerang sendiri atau bersama dengan spesies-spesies lainnya. Tiga spesies lalat buah yang menginfestasi secara sendirian atau bersama dengan spesies lainnya, yaitu: Bactrocera correcta, Bactrocera pyrifoliae, Bactrocera dorsalis. Lima spesies yang tidak pernah ditemukan menyerang secara sendirian yang selalu Bersama spesies lainnya, antara lain Bactrocera carambolae, Bactrocera musae, Bactrocera broniae, Bactrocera umbrosa, Bactrocera kandiensis. Persentase per buah tomat yang terserang oleh satu, dua atau lebih spesies lalat buah secara berurutan seperti satu spesies sebanyak 10,48%,dua spesies sebanyak 36,29%, tiga spesies sebanyak 26,61% dan empat spesies sebanyak 6,45%. Keragaman, kelimpahan dan dominasi lalat buah tertinggi didapatkan pada spesies Bactrocera dorsalis sebanyak 45,25 (Keragaman sedang), 0,60% (kelimpahan) 0,15 (dominasi sedang). Riana Astuti Mayang Sari , Bambang Supeno , M. Sarjan Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/90 Thu, 09 Jan 2025 00:00:00 +0000 Respon Tanaman Kubis Bunga terhadap Perbedaan Konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria dan Dosis Pupuk Nitrogen http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/91 Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi PGPR dan dosis pupuk nitrogen yang sesuai untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga telah dilakukan pada bulan Maret - Mei 2024 di daerah Junrejo, Kota Batu. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama ialah dosis pupuk N terdiri 4 taraf (60, 90, 120, dan 150 kg ha-1) dan faktor kedua adalah konsentrasi PGPR terdiri dari 3 taraf (0, 10, dan 20 ml L-1). Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara perlakuan dosis nitrogen dan konsentrasi PGPR terhadap bobot curd dan diameter curd. Tanaman kobis bunga yang dipupuk N dosis 60 dan 90 kg ha-1, aplikasi PGPR konsentrasi 10 dan 20 ml L-1 menghasilkan bobot curd dan diameter curd yang tidak berbeda, akan tetapi lebih besar dan berbeda dengan yang tidak diberi PGPR. Sedangkan pada dosis 120 dan 150 kg N ha-1, aplikasi PGPR tidak meningkatkan bobot curd dan diameter curd. Secara terpisah pemupukan nitrogen dosis 120 kg N ha-1 dan PGPR konsentrasi 20 ml L-1 meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot segar total tanaman. Moch. Dawam Maghfoer , Muhammad Wildan Abdillah Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/91 Thu, 09 Jan 2025 00:00:00 +0000 Penampilan Karakter Daun dan Buah Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Generasi M6 Hasil Iradiasi Sinar Gamma 400 Gy http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/92 Perakitan varietas unggul menempuh langkah yang panjang. Penelitian ini sudah pada generasi M6. Untuk uji daya hasil perlu dilihat juga karakter pertumbuhannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan melihat penampilan karakter daun dan buah pada generasi M6 hasil iradiasi sinar gamma 400 Gy. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2023 di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan bahan tanam berupa genotipe M6 (M2-30-74-80-1, M2-30-74-80-2, dan M2-30-74-90-2) hasil mutasi dari varietas Laris, varietas Laris (M0), dan varietas Ferosa (Mn). Penelitian dilaksanakan menggunakan metode rancangan acak kelompok non faktorial dengan 5 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: karakter daun dan buah pada genotipe M6 melebihi dua pembandingnya. Umur berbunga dan umur panen genotipe M6 lebih awal dibandingkan dengan dua pembandingnya. Genotipe M6 memiliki hasil yang lebih tinggi dari dua pembandingnya. Nyimas Sa’diyah, Rugayah , Ardian , Sofhia Indri Luspita Sari Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/92 Thu, 09 Jan 2025 00:00:00 +0000 Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Dan ZPT Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium Cepa L. var. Aggregatum) Kultivar Bima Brebes http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/93 Kenaikan produktivitas bawang merah yang kurang optimal disebabkan oleh kerusakan lahan akibat penggunaan pupuk kimia. Solusi atas permasalahan tersebut adalah pemberian pupuk organik seperti pupuk kascing dan urin kelinci serta ZPT ekstrak tauge dan air kelapa diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah sekaligus mengurangi penggunaan bahan kimia untuk budidaya bawang merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi pupuk organik dan ZPT, mendapatkan jenis pupuk dan ZPT yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di lahan penelitian Kabupaten Karanganyar. Rancangan yang digunakan RAKL faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu jenis pupuk organik (tanpa pupuk organik, pupuk kascing, dan urin kelinci) dan faktor kedua yaitu ZPT (tanpa ZPT, ekstrak tauge, dan air kelapa). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam taraf 5%, DMRT taraf 5% dan analisis korelasi. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar brangkasan, bobot kering brangkasan, jumlah umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, bobot umbi per hektar, dan diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk dan ZPT tidak meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Perlakuan ZPT mampu memberikan pengaruh nyata pada diameter umbi. Tidak ada perlakuan yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Pemberian ZPT memberikan pengaruh namun menurunkan hasil pada diameter umbi. Eddy Triharyanto, Aprilia Ike Nurmalasari, Pardono, Rizky Mirza Daffa Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/93 Thu, 09 Jan 2025 00:00:00 +0000 Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sayuran Daun yang Dibudidayakan secara Hidroponik dengan Cekaman Hara Makro http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/94 Macro-nutrient stress, such as nitrogen, phosphorus, and potassium, can cause disturbances in plant physiological processes that affect plant growth, productivity, and yield quality. This study aimed to analyze the effect of macro-nutrient stress on the growth and yield of leaf vegetable crops cultivated hydroponically. Pakcoy mustard (Brassica rapa var. chinensis) and romaine lettuce (Lactuca sativa var. romana) crops were cultivated in a greenhouse with a nutrient film technique (NFT) hydroponic system with eight different nutrient concentration treatments i.e. control, -N, -P, -K, 0%, 50%, 150%, and 200% treatments. Observations were made on growth parameters such as plant height, number of leaves, canopy area, and fresh weight. The results showed that macro-nutrient stress significantly affected plant growth and yield. Nutrient deficiency conditions in the -N, -P, -K, 0%, and 50% treatments resulted in lower plant growth and yield compared to the control treatment in pakcoy and romaine lettuce. The N and 0% nutrient deficiency treatments had the lowest growth and yield in all parameters. Macronutrient deficiencies of N, P, and K can inhibit the growth and reduce the yield of leaf vegetable crops, both pakcoy and romaine lettuce. Yohanes Bayu Suharto, Herry Suhardiyanto , Anas Dinurrohman Susila, Supriyanto Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/94 Thu, 09 Jan 2025 00:00:00 +0000 Analisis Saluran Pemasaran Sayuran Hidroponik di CV Tirta Fertindo Pratama Kecamatan Banyumanik Kota Semarang http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/95 Budidaya sayuran hidroponik yang diterapkan di CV Tirta Fertindo Pratama sebagai metode pertanian inovatif yang memanfaatkan tekologi sirkulasi air tertutup, menawarkan solusi berkelanjutan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah ditetapkan oleh PBB. Terbatasnya lahan pertanian di perkotaan menjadikan sistem hidroponik tepat digunakan sebagai urban farming dapat memperkuat ketersediaan pangan lokal, mengurangi ketergantungan pada pasokan eksternal, dan meningkatkan aksesibilitas pangan sehat bagi penduduk kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola saluran pemasaran sayuran hidroponik dan mengetahui biaya serta margin pemasaran di CV Tirta Fertindo Pratama Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan metode penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Penetuan responden menggunakan metode snowball sampling. Berdasarkan hasil penelitian terdapat dua saluran pemasaran sayuran hidroponik di CV Tirta Fertindo Pratama yang masing-masing saluran pemasaran terdapat dua golongan yaitu saluran tingkat 0 golongan 1 (produsen restoran/cafe), saluran tingkat 0 golongan 2 yaitu (produsen konsumen), saluran tingkat 1 golongan 1 yaitu (produsen lion superindo konsumen), saluran pemasaran tingkat 1 golongan 2 yaitu (produsen indomaret fresh konsumen).Nilai producer’s share tertinggi terletak pada saluran 0 golongan 1 dan 2, Semua saluran pemasaran sayuran hidroponik telah mencapai efisiensi pemasaran yaitu >50%. Ulvya Ave Damar Ikhsan, Shofia Nur Awami, Hendri Wibowo, Endah Subekti Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/95 Thu, 09 Jan 2025 00:00:00 +0000 Jenis Pupuk Organik dan ZPT Alami Terhadap Pembungaan Bawang Merah Kultivar Bima Brebes http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/96 Bawang merah untuk menghasilkan True Seed Shallot (TSS) memerlukan upaya antara lain penambahan hara organik dan zat pengatur tumbuh (ZPT). Unsur hara berupa pupuk organik dan ZPT alami perlu pertimbangan dosis dan konsentrasi untuk memperoleh hasil optimal terutama pembungaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh jenis pupuk organik dan ZPT alami yang dapat meningkatkan pembungaan bawang merah. Penelitian berupa percobaan di lahan budidaya berupa dataran rendah (dengan jenis tanah grumusol dilaksanakan pada bulan April-Agustus 2023. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu jenis pupuk (tanpa pupuk, pupuk kascing, dan pupuk organik cair urine kelinci). Faktor kedua yaitu jenis ZPT alami (Tanpa ZPT, ekstrak tauge, dan air kelapa). Peubah yang diamati yaitu umur berbunga, jumlah bunga per tangkai, jumlah bunga per 0,75 m2, jumlah tangkai bunga per rumpun, jumlah biji per 0,75 m2, jumlah biji per rumpun, jumlah biji per 0,75m2, bobot biji per rumpun, bobot biji per 0,75 m2, bobot umbi berbunga, bobot umbi tak berbunga, bobot bunga per rumpun, bobot bunga per 0,75 m2. Data dianalisis ragam dengan uji F taraf kepercayaan 95% dilanjutkan dengan DMRT taraf kepercayaan 95% untuk membandingkan respon antar perlakuan, dan menggunakan korelasi untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bawang merah bima brebes menghasilkan tangkai bunga sebanyak 2 tangkai per 0,75 m2 (25 tanaman) pada umur 33 Hari Setelah Tanam. Setiap tangkai menghasilkan 163-301 biji, seberat 0,78-1,77 g. Semua perlakuan (pupuk dan ZPT) tidak mempengaruhi pembungaan. Wisnu Prasetyo Aji, Eddy Triharyanto, Djoko Purnomo, Supriyono Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/96 Thu, 09 Jan 2025 00:00:00 +0000 Morfologi dan Persebaran Bribil (Galinsoga parviflora) Sebagai Sayuran Indigenous di Daerah Karanganyar http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/97 Bribil (Galinsoga parviflora Cav.) merupakan sayuran indigenous yang keberadaannya mulai terlupakan, sehingga perlu adanya upaya konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari morfologi dan persebaran Bribil. Survei dilakukan di lahan budidaya sayuran di Kecamatan Karangpandan, Ngargoyoso, dan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Pengamatan morfologi tumbuhan dilakukan pada Bribil yang tumbuh alami dan sudah berbunga. Sampel diambil secara acak dengan menggunakan kuadran 2x2m, dan dilakukan analisis vegetasi untuk mengetahui tumbuhan lain yang berasosiasi dengan Bribil. Hasil penelitian menunjukkan Bribil merupakan herba yang tumbuh tegak lurus, dengan jenis batang basah serta bentuk batang bulat, lunak, berwarna hijau, memiliki pola percabangan tipe sympodial, berdaun tunggal dengan bentuk helai daun bulat telur, ujung daun runcing serta pangkal meruncing, tepian daun berombak, susunan tulang daunnya menyirip serta daging daun tipis lunak berwarna hijau, panjang daun berkisar antara 3,5-5 cm dan lebar daun 1,5-3,5 cm. Bribil memiliki bunga majemuk, letak bunga terminalis dengan jumlah mahkota 5 berwarna putih dan seperti terpotong ujungnya. Bribil pada umumnya tumbuh sebagai gulma, dapat tumbuh berasosiasi dengan 28 spesies lainnya, salah satunya spesies dari genus yang sama yaitu Gabagan (Galinsoga quadriradiata). Indeks nilai penting (INP) bribil mencapai 32,88%. Persebaran Bribil pada ketinggian 786-1551 mdpl, suhu dan kelembaban udara relatif berkisar antara 25,4-29,4oC dan 49-72%, dan curah hujan 2304 mm/tahun. Kemiringan tanah berkisar antara 8-10% dengan jenis tanah Andosol. Endang Setia Muliawati, Aprilia Ike Nurmalasari, Maria Theresia Sri Budiastuti, Ali Mustofa Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/97 Thu, 09 Jan 2025 00:00:00 +0000 Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah Dengan Perlakuan Jarak Tanam dan Ekstrak Kecambah Kacang Hijau http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/98 Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pengaplikasian ekstrak kacang hijau dan jarak tanam terhadap pertumbuhan produksi tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari sampai Maret 2024 di Dusun Tuanglewo Desa Tawaroe Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan. Lokasi penelitian terletak dengan koordinat 04º16’2’’LS 120º16’37’’BT pada ketinggian 9 m dpl. Penelitian ini dirancang menggunakan petak terpisah (RPT). Petak utama : jarak tanam terdiri dari 4 taraf yaitu 10 cm x 10 cm, 10 cm x 15 cm, 10 cm x 20 cm, dan 10 cm x 25 cm. Sedangkan anak petak: ekstrak kacang hijau terdiri dari 3 taraf yaitu control, 5 ml/l, dan 10 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara jarak tanam 10 cm x 25 cm dan ekstrak kecambah kacang hijau 10 ml/l pada tinggi tanaman umur 60 HST (35.33 cm), jumlah daun umur 60 HST (19.78 helai), klorofil a (126.05 µmol.m−2), klorofil b (100.44 µmol.m−2), dan klorofil total (355.52 µmol.m−2). Pada perlakuan jarak tanam 10 cm x 15 cm dan ekstrak kecambah kacang hijau 10 ml/l memebrikan hasil terbaik pada produksi umbim−2 (0.34 kg) dan produksi umbi per hektar (0.143 ton/ha). Perlakuan ekstrak kecamabah kacang hijau 10 ml/l memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah umbi per petak (8.22 g), bobot umbi kering (8.88 g), dan diameter umbi kering (24.83 mm). Fachirah Ulfa, Muhamad Arif Nasution, Musfira Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/98 Thu, 09 Jan 2025 00:00:00 +0000 Growth and Production of Young Pods of Purple Winged Bean with Different Doses of Chicken Manure http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/99 The winged bean (Psophocarpus tetragonolobus L) is a tropical plant that all parts of the plant can be utilized and are relatively easy to cultivate. A purple winged bean is a varietal group that has high antioxidant activity. One way to optimize the growth and productivity of winged beans is by fertilizing them with organic fertilizers as an alternative to the inorganic fertilizer. This research was conducted to investigate to the effect of chicken manure on the growth and productivity of the winged bean Sandi IPB variety. The experiment was conducted from July to November 2022 in the Organic Field of the IPB Experimental Station in Cikarawang, Bogor. This study used a completely randomized block design (RCBD) with a single factor, namely chicken manure doses consisted of 0, 10, 20, and 30 tons ha-1. The results showed that increasing the dose of chicken manure increased the growth characteristics of winged bean plants, namely plant height, leaf number, leaf area, leaf potassium content, as well as yield components included fresh weight, dry weight, pod size, pod weight per plant, pod weight per plot, number of pods per plot, and productivity of young pods of winged bean. The relationship between manure rates and yield is linear, therefore the optimum dose of chicken manure cannot be determined yet. From the extrapolation, it can be predicted that the optimum chicken manure rate is 31.4 ton ha-1. Dimas Danu Laksana, Maya Melati, Muhamad Syukur Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/99 Fri, 10 Jan 2025 00:00:00 +0000 Kajian Pemberian Dosis NPK Majemuk dan Mikoriza Terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Serangan Patogen pada Cabai http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/100 Cabai keriting sebagai salah satu komoditas hortikultura dihasilkan petani melalui proses berjenjang dan berakhir pada konsumsi masyarakat. Salah satu upaya agroteknologi untuk meningkatkan produksi cabai keriting adalah pemberian pupuk NPK majemuk dan pemanfaatan fungi mikoriza dengan tujuan untuk mendapatkan dosis optimum untuk meningkatkan pertumbuhan, hasil cabai dan meningkatkan ketahanan tanaman cabai terhadap serangan penyakit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap faktorial dengan 3 ulangan sebagai kelompok melibatkan perlakuan dosis pupuk NPK majemuk (0; 25; 50 dan 75) kg/ha dan dosis fungi mikoriza (0; 0,5 dan 1) g/tanaman. Analisis statistik menggunakan uji keragaman dan uji polynomial orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman yang ditunjukkan bobot kering brangkasan tertinggi didapatkan pada kombinasi pemupukan NPK majemuk dosis 75 kg/ha dan pemberian 0,5 g mikoriza/tanaman. Jumlah cabai per tanaman terbanyak pada pemberian 0,6 g mikoriza/ tanaman. Pemberian NPK majemuk 48 g/tanaman menghasilkan bobot buah kumulatif tebesar. Insidensi serangan keriting daun pada dosis NPK majemuk 75 kg/ha dengan 0,5 g mikoriza/tanaman menurun hingga 94,44% dibandingkan kontrol. Puji Harsono, Arina Sekar Basuki, Salim Widono, Susilo Hambeg Poromarto Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/100 Fri, 10 Jan 2025 00:00:00 +0000 Respon Pertumbuhan dan Produksi Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Berbahan Dasar Kulit Pisang Kepok http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/101 Kulit pisang kepok merupakan bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai Pupuk Organik Cair (POC) karena mengandung unsur hara makro dan unsur hara mikro. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan konsentrasi POC kulit pisang kapok yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai besar. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 4 taraf perlakuan konsentrasi yaitu: Kontrol (tanpa perlakuan), 75 ml, 100 ml, dan 125 ml.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 100 ml.L-1 POC kulit pisang kepok memberikan pengaruh nyata terhadap parameter panjang akar . Perlakuan berbagai konsentrasi POC kulit pisang kepok tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, kecepatan waktu berbunga, jumlah buah, dan berat basah buah. Rafli Asyir, Sri Muliani, Nurhalisyah, Syahruni Thamrin Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/101 Fri, 10 Jan 2025 00:00:00 +0000 Respon Tanaman Anggrek (Dendrobium sp.) Terhadap Perlakuan Macam Media Tanam dan Pemberian Pupuk Organik Cair http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/102 Budidaya anggrek yang sukses memerlukan perhatian khusus terhadap berbagai faktor lingkungan dan agronomi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh macam media tanam dan konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan anggrek. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dari 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor yang pertama adalah Media tanam (M) dengan 3 taraf yaitu Media Tanam mos putih (M1), mos hitam (M2), pakis (M3), faktor yang kedua yaitu pupuk organik cair (P) dengan 3 taraf yaitu tanpa perlakuan 0ml/liter (P0), 10ml/liter (M2), 15ml/liter (M3). Data dianalisis menggunakan analisis ragam dengan uji BNT Taraf 5%. Parameter yang diamati meliputi, tinggi tanaman (cm), jumlah daun, dan panjang daun (cm). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa jenis media tanam yang paling optimal adalah media tanam mos hitam ( M1) dan pemberian pupuk organik cair pada konsentrasi 10ml/liter (P1), Jadi perlakuan yang optimal pada perlakuan M2P1. Efi Nikmatu Sholihah, Aprilia Putri Widiastusti, Dewi Ratna Nurhayati Copyright (c) 2025 Efi Nikmatu Sholihah, Aprilia Putri Widiastusti, Dewi Ratna Nurhayati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/102 Fri, 10 Jan 2025 00:00:00 +0000 Pengaruh Naungan dan Konsentrasi Paklobutrazol Terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Kencana Ungu (Ruellia simplex C. Wright) http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/103 Tanaman kencana ungu (Ruellia simplex C. Wright) sebagian besar digunakan sebagai tanaman pembatas jalan karena memiliki bunga yang indah dan mudah adaptif. Ketika kencana ungu tumbuh pada kondisi ternaungi, maka akan menyebabkan etiolasi sehingga pertumbuhannya menjadi tidak terkendali, akibatnya dapat menjadi penghalang pandangan serta menghambat proses pembungaan yang berdampak pada jumlah bunga pada tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari interaksi dari naungan dan konsentrasi paklobutrazol terhadap pertumbuhan dan pembungaan kencana ungu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Tersarang dengan perlakuan naungan terdiri dari 4 taraf (N0 = tanpa naungan), (N25 = naungan 25%), (N50 = naungan 50%), (N75 = naungan 75%) yang dikombinasikan dengan perlakuan konsentrasi paklobutrazol yang terdiri dari 3 taraf (P0 = tanpa paklobutrazol), (P50 = paklobutrazol 50 ppm), (P100 = paklobutrazol 100 ppm). Terdapat interaksi antara taraf naungan dengan konsentrasi paklobutrazol pada parameter pertumbuhan dan pembungaan. Pengaplikasian paklobutrazol dengan konsentrasi hingga 100 ppm mampu mengurangi tinggi tanaman sebesar 18,65% pada perlakuan tanpa naungan, 18,09% pada naungan 25%, 15,53% pada naungan 50%, dan 16,13% pada naungan 75%. Pengaplikasian paklobutrazol hingga 100 ppm dapat menghambat pembungaan tanaman hingga 10 hari pada semua seluruh taraf naungan. Sementara itu, jumlah totsl bunga tidak terpengaruh. Tengku Muhammad Hafidz Azhar, Sitawati, Dewi Ratih Rizki Damayanti Copyright (c) 2025 Tengku Muhammad Hafidz Azhar, Sitawati, Dewi Ratih Rizki Damayanti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/103 Fri, 10 Jan 2025 00:00:00 +0000 Pengaruh Konsentrasi Kolkisin Terhadap Pertumbuhan Bibit Anggrek Bulan (Phalaenopsis) http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/104 Keanekaragaman anggrek Phalaenopsis yang bervariasi dan populer mengakibatkan permintaan tinggi dipasaran. Pembiakan tanaman secara generatif memerlukan waktu yang lama, oleh karena itu induksi mutagen kimia dilakukan sebagai cara untuk mempercepat proses mendapatkan keragaman pada anggrek. Penelitian ini dilakukan dengan perlakuan bibit P. Green Earth “Y054” x P. Taisuco stripe menggunakan induksi kolkisin untuk memicu keragaman. Perlakuan kolkisin meliputi frekuensi aplikasi (2x 3x) dan penetesan konsentrasi (2500, 4500, 6500 mg/L). Pengamatan dilakukan secara kualitatif deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan induksi kolkisin mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan menginduksi keragaman baru pada anggrek Phalaenopsis. Konsentrasi kolkisin 2500 mg/L meningkatkan pertumbuhan tanaman dalam hal panjang daun, lebar daun, jumlah daun, dan jumlah akar. Peningkatan konsentrasi kolkisin dan frekuensi perlakuan memperlambat pertumbuhan tanaman dan dapat merugikan tanaman. Penggunaan konsentrasi kolkisin 2500 mg/L dapat membantu memperoleh keragaman baru dalam bentuk daun, serta variasi panjang daun, lebar daun, dan jumlah akar pada P. Green Earth “Y054” x P. Taisuco stripe M1V0. Sri Hartati, Samanhudi, Maria Lintang Chrismas Ayu Copyright (c) 2025 Sri Hartati, Samanhudi, Maria Lintang Chrismas Ayu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/104 Fri, 10 Jan 2025 00:00:00 +0000 Pertumbuhan Benih Sintetik dengan Penambahan Gibberellic Acid (GA3) pada Enkapsulasi Protocorm-like Bodies (plb) Dendrobium http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/105 Pembuatan benih sintetik merupakan salah satu aplikasi dalam kultur jaringan yang saat ini dianggap paling tepat untuk meningkatkan produksi bibit anggrek dengan menghasilkan benih benih sintetik berkualitas, sehingga dapat dilakukan proses penyimpanan jangka pendek dan memudahkan proses penanganan pasca penyimpanan. Enkapsulasi merupakan teknik pembuatan benih sintetik dengan mengkapsulkan protocorm-like body Dendrobium nindii pada matriks enkapsulasi yang dikombinasikan dengan hormon GA3 untuk dapat meningkatkan perkecambahan dan pertumbuhan benih sintetik. Tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui konsentrasi ZPT GA3 untuk memacu perkecambahan benih sintetis Dendrobium nindii. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yaitu konsentrasi GA3 yang terdiri dari 4 taraf, diantaranya 0 mg L-1, 0.25 mg L-1, 0.5 mg L-1, dan 0.75 mg L-1. Hasil penelitian menunjukkan persentase perkecambahan benih sintetik tertinggi didapatkan dari perlakuan penambahan GA3 0.5 mg L-1 yang menghasilkan benih sintetik berkecambah sebesar 96%. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan benih sintetik dengan penambahan hormon GA3 0,5 mg L-1 menunjukkan hasil terbaik pada beberapa variabel pengamatan diantaranya waktu perkecambahan benih sintetik, persentase perkecambahan benih sintetik, tinggi tunas benih sintetik yang terbentuk, dan jumlah daun benih sintetik yang terbentuk. Parawita Dewanti, Farah Dyta Putri, Didik Pudji Restanto, Laily Ilman Widuri, Tri Handoyo, Tri Ratnasari Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/105 Mon, 13 Jan 2025 00:00:00 +0000 Analisis Fitokimia dan Kadar Flavonoid Total Daun Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex Froehner) di Kabupaten Ngawi Berdasarkan Perbedaan Ketinggian Tempat Tumbuh http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/106 Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan senyawa fitokimia serta kadar flavonoid total daun kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex Froehner) di Kabupaten Ngawi berdasarkan perbedaan ketinggian tempat tumbuh. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi menggunakan etanol 95% dan diuapkan menggunakan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Ekstrak kental diuji skrining fitokimia dan uji KLT (Kromatografi Lapis Tipis). Analisis kadar flavonoid total dan pengolahan data secara statistik menggunakan uji One Way Anova. Hasil skrining fitokimia dan uji KLT menunjukkan bahwa daun kopi Robusta dari kelima ketinggian tempat mengindikasikan adanya senyawa alkaloid dan flavonoid. Nilai kadar flavonoid total tertinggi terdapat pada ketinggian 434 yaitu 17,82 mgQE/g. Nilai kadar flavonoid total tererendah terdapat pada ketinggian 122 mdpl yaitu 8,65 mgQE/g. Berdasarkan hasil uji Anova ketinggian tempat tidak berpengaruh signifikan (>0,05) dan memiliki korelasi sedang terhadap kadar flavonoid total pada daun kopi Robusta. Purina Dwi Nintowati, Solichatun, Suratman Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/106 Mon, 13 Jan 2025 00:00:00 +0000 Kajian Umur Panen 3 Jenis Meniran (Phyllanthus Sp. L.) http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/107 Umur panen berhubungan dengan fase pertumbuhan tanaman dan menentukan hasil serta kandungan yang ada dalam tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan umur panen terhadap pertumbuhan dan kandungan fitokimia 3 jenis meniran. Penelitian dilakukan di jalan Danau Kota Bengkulu dengan ketinggian tempat 50 m dpl dari bulan Desember 2020 sampai dengan Mei 2021. Analisis kandungan fitokimia dilakukan di Laboratorium Pusat Studi Biofarmaka Tropis (Lab.TropBRC) IPB. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah Jenis Meniran (M) terdiri dari M1 = meniran hijau, M2 = meniran merah, M3 = meniran hijau merah. Faktor kedua adalah Umur Panen (U) yaitu : U1 = umur panen 3 Bulan Setelah Tanam (BST), U2 = umur panen 2 BST. Hasil penelitian menunjukkan meniran hijau merah yang dipanen pada umur 3 BST merupakan tanaman tertinggi yaitu 57.00 cm, meniran hijau yang dipanen pada umur 3 BST dan tanaman meniran merah yang dipanen pada umur 3 BST mempunyai jumlah daun terbanyak yaitu 242.67 hingga 247.84 daun, meniran merah yang dipanen pada 3 BST mempunyai jumlah cabang terbanyak yitu 43.50 cabang, Berat Kering Akar (BKA), Berat Kering Daun (BKD) dan Berat Kering Total (BKT) tertinggi, meniran hijau yang dipanen pada umur 3 BST teridentifikasi memiliki flavonoid, tanin, steroid, dan triterpenoid, tidak ditemukan saponin, quinon dan alkaloid, meniran merah dan meniran hijau merah tidak ditemukan quinon, triterpenoid dan alkaloid. Eva Oktavidiati, Sunaryadi, Andri Kusuma Wijaya Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/107 Mon, 13 Jan 2025 00:00:00 +0000 Dosis Vesikular Arbuskular Mikoriza terhadap Pertumbuhan dan Kadar Minyak Atsiri Rosemary (Rosmarinus officinalis L.) di Dataran Menengah http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/108 Rosemary (Rosmarinus officinalis L.) merupakan salah satu spesies tanaman penghasil minyak atsiri. Kandungan minyak atsiri pada tanaman rosemary banyak dimanfaatkan dalam dunia kesehatan, seperti untuk aromaterapi. Pemberian Vesikular Arbuskular Mikoriza (VAM) dapat mempengaruhi kadar minyak atsiri. Cendawan VAM merupakan salah satu kelompok cendawan yang hidup di dalam tanah dan bermanfaat bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis VAM yang paling tepat untuk pertumbuhan dan kandungan minyak atsiri pada tanaman rosemary. Penelitian dilaksanakan dari Desember 2021 sampai Maret 2022 di Rumah Atsiri Indonesia, Watusambang, Plumbon, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah dengan ketinggian tempat ± 860 m di atas permukaan laut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal yaitu dosis vesikular arbuskular mikoriza (VAM) yang terdiri dari tanpa mikoriza (D0), 5 g mikoriza per tanaman (D1), 10 g mikoriza per tanaman (D2), 15 g mikoriza per tanaman (D3), 20 g mikoriza per tanaman (D4). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), jumlah cabang, panjang akar (cm), jumlah akar, bobot segar tanaman bagian atas (g), bobot segar akar (g) dan kandungan minyak atsiri (%). Hasil menunjukkan bahwa tinggi tanaman, diameter batang dan kandungan minyak atsiri dipengaruhi oleh dosis VAM. Dosis VAM 20 g/tanaman menghasilkan rata-rata tinggi tanaman 17,33 cm, diameter batang 1,47 mm, dan kadar minyak atsiri 4,38%. VAM dapat direkomendasikan untuk tanaman rosemary. Usman Siswanto, Esna Dilli Novianto, Anisa Saptarini Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/108 Mon, 13 Jan 2025 00:00:00 +0000 Kajian Keanekaragaman Morfologi Ciplukan (Physalis angulata L.) di Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/109 Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi keragaman morfologi tanaman ciplukan (Physalis angulata L.) di Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Ciplukan merupakan tanaman obat yang dapat tumbuh di berbagai kondisi geografis, terutama di dataran rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive untuk mengumpulkan aksesi ciplukan liar. Sebanyak 38 aksesi tanaman ciplukan diidentifikasi dan dianalisis secara deskriptif dan statistik. Hasil analisis menunjukkan adanya dua kelompok utama dengan koefisien kesamaan sebesar 92%, yang dibedakan berdasarkan karakteristik warna daun dan tepi daun. Variabilitas fenotipik berdasarkan karakter kualitatif menunjukkan rentang yang sempit. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa keragaman morfologi tanaman ciplukan di Kecamatan Sungai Limau tergolong rendah, namun tanaman ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber daya plasma nutfah. Cindi Yulia Mukhda, Gustian, Sutoyo, Elara Resigia Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/109 Mon, 13 Jan 2025 00:00:00 +0000 Potensi Alelopati Teki (Cyperus rotundus L.) sebagai Bioherbisida untuk Mengendalikan Gulma http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/110 Teki (Cyperus rotundus L.) berpotensi sebagai bioherbisida karena mengandung senyawa alelopati. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi alelopati teki dalam menghambat perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif padi sebagai test plant serta menentukan Inhibitory Concentration (IC50) alelopat teki pada perkecambahan biji. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), lima konsentrasi alelopat: 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%, diulang lima kali. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan Analisis Varian (ANAVA) taraf 5%. Variabel yang berpengaruh nyata, diuji lanjut dengan Polinomial OrtogonaI dan BNT. IC50 alelopat teki ditentukan dengan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan alelopati teki berpengaruh terhadap perkecambahan dan pertumbuhan kecambah. Pada konsentrasi antara 2.5% - 10%, alelopati teki secara linier menekan pertumbuhan kecambah. Alelopati pada konsentrasi 10% menghambat tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, panjang tajuk relatif, bobot akar tajuk relatif dan nisbah tajuk akar lebih efektif dibandingkan konsentrasi yang lebih rendah. IC50 untuk kecambah abnormal lebih rendah (8.76%) dibandingkan kecambah normal (11.35%). IC-50% untuk panjang plumula lebih tinggi (9,35%) dibandingkan panjang radikula (7,52%), dan untuk bobot kering radikula dibutuhkan konsentrasi (6,87%) lebih rendah dibandingkan untuk bobot kering plumula (7,01%). Penggunaan alelopati teki sebagai bioherbisida dapat mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan dan praktik pertanian organik. Muhammad Afif Fadhillah, Uswatun Nurjanah, Nanik Setyowati Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/110 Mon, 13 Jan 2025 00:00:00 +0000 Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Kacang Kedelai (Glycine max) di Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/111 Pendekatan atau metode untuk mengevaluasi potensi sumber daya lahan merupakan cara evaluasi lahan. Nilai produksi yang diharapkan yang mungkin diperoleh, serta informasi dan/atau arah penggunaan lahan yang diperlukan, akan diberikan oleh hasil evaluasi lahan .Evaluasi karakteristik tingkat kesesuaian lahan pada kawasan dilakukan untuk menganalisis upaya perbaikan yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan menghasilkan peta kesesuaian lahan aktual dan kesesuaian lahan potensial komoditas unggulan di kecamatan tersebut. Penggunaan lahan di Kecamatan Kualuh Selatan perlu didukung dengan informasi kesesuaian lahan.Metode survei yang digunakan.Satuan lahan berdasarkan peta lahan, kemiringan lereng, elevasi, dan tutupan lahan. Proses membandingkan (matching) adalah metode analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman Kacang Kedelai Kondisi lahan aktual menjadi Potensial yang sesuai dibudidayakan di Kecamatan Kualuh Selatan untuk tanaman Kacang Kedelai adalah faktor pembatas ketersediaan hara (na), rejim suhu (tc), media perakaran (rc), retensi hara (nr) dan bahaya erosi (eh). Usaha perbaikan yang dapat dilakukan yaitu pembuatan drainase, pengapuran CaCO3, pemberian bahan organic, pembuatan teras atau menanam sejajar dengan kontur dan pemupukan. Rejim suhu tidak dapat dilakukan usaha perbaikan. Simon Haholongan Sidabuke, Fitra Syawal Harahap Copyright (c) 2024 https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://epros.perhorti.id/index.php/epros/article/view/111 Mon, 13 Jan 2025 00:00:00 +0000