BUDIDAYA JAGUNG MANIS DALAM SISTEM TUMPANGSARI DENGAN PADI DI LAHAN TADAH HUJAN CULTIVATION OF SWEET CORN IN INTERCROPPING SYSTEM WITH RICE IN RAINFED LAND

Authors

  • Jeany Mandang Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Kampus Unsrat Kleak Manado
  • Wenny Tilaar Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Kampus Unsrat Kleak Manado
  • Beatrix Doodoh Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Kampus Unsrat Kleak Manado

Abstract

Pada sawah tadah hujan sering terjadi masalah ketersediaan air untuk penanaman padi, sehingga jika dalam satu musim tanam padi, tidak tersedia air maka petani akan mengalami kegagalan panen. Berdasarkan masalah tersebut maka sistem tumpangsari diharapkan merupakan jalankeluar untuk mengatasi masalah tersebut. Padi sawah dapat ditumpangsarikan dengan macam- macam tanaman namun sebaiknya dengan tanaman yang berumur pendek agar lebih cepat dipanen sementara padi masih dalam proses pembentukan dan pengisiangabah. Salah satu tanaman yang dapat dipilih adalah jagung manis karena hama dan penyakit yang menyerang jagung jenisnya berbeda dengan hama/penyakit tanaman padi. Permasalahannya adalah berapa populasi jagung yang dapat dikombinasikan dengan padi agar pertumbuhan padi tidak mengalami kemunduran yang berarti, atau mendapatkan kombinasi yang terbaik yang menghasilkan hasil tertinggi bagi kedua jenis tanaman yang ditumpangsarikan. Penelitian akan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan: Jarak tanam Jagung: Monokultur Jagung: 100 cm x 30 cm (MJ1); 100x40 cm (MJ2); 100x50 cm (MJ3). Jarak tanam padi monokultur: 20 cm x 25 cm (MP1). Tumpangsari Jagung-Padi: TS J1-P; TS J2-P; TS J3-P. Ulangan: 4 Ukuran plot: 4 m x 4.5 m, Jarak antar petak dalam kelompok 0.5 m dan jarak antar kelompok 1.0 m. Hasil penelitian untuk pertumbuhan tanaman padi terlihat pada monokultur padi tanaman padi cenderung lebih tinggi dan pada tumpangsari dengan jarak tanam jagung yang paling lebar. Demikian juga untuk jumlah anakan total dan produktif lebih tinggi pada monokultur padi. Hasil tanaman jagung: tinggi tanaman, jumlah daun, diameter tongkol dengan kelobot, berat tongkol dengan kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot tidak terdapat perbedaan antar perlakuan. Berat tongkol tanpa kelobot cenderung lebih besar pada MJ3 yaitu monokultur jagung jarak tanam paling lebar yaitu 100x50 cm. Berat tongkol per plot terdapat pada monokultur jagung jarak tanam 100x30 cm dan tumpangsari dengan padi jarak tanam yang sama.

References

Aisyah Yarda dan Ninuk Herlina. 2018. Pengaruh jarak tanam jagung manis (Zea mays L. Var. saccharate) pada tumpangsari dengan tiga varietas tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill). Jurnal Produksi Tanaman Vol. 6 No. 1, 66-75.

Beckingham Clarrie. 2007. Sweet corn Growing. NSW Government.

Bybee-Finley. K. Ann., Matthew R. Ryan. 2018. Advancing Intercropping Research and Practices in Industrialized Agricultural Landsecapes. Agricuture 2018. 8. 80; doi: 10.3390/agricuture8060080.

Ceunfin Syprianus., Djoko Prajitno., Priyono Suryanto dan Eka Tarwaca Susila Putra. 2017.

Penilaian kompetisi dan keuntungan hasil tumpangsari jagung kedelai dibawah tegakan kayu putih. Jurnal Pertanian Konservasi Lahan Kering. International Standard Number 2477-7927. Cava Cendana 2 (1) 1-3.

Ferdiansyah Ervan, Handoko dan Impron (2020). Model Simulasi Pertumbuhan Tanaman JagungManis Hibrida Pada Jarak Tanam Yang Berbeda. JIPI, Vol.24 (3): 396-404.

Frome D. Dan., Todd A. Spiley., dan W. James Crichar. 2019. Agronomic Response of Corn (Zea mays L) Hybrids to Plant Population. International Journal of Agronomy. P. 1-8.

Hong Yu., Nico Heerink, Mijuan Zhao and Wopke van der wert. 2019. Intercropping contributes to a higher technical efficiency in small holder farming: Evidence from a case studi in Gaotai County, China. Agricultural Systems, 2019, vol. 173, issue C, 317-324.

Mazhaheri Dariush, Madani Ahad dan Oveysi Meysam. 2006. Assessing the Land Equivalent Ratio (LER) of Two Corn (Zea Mays L.) Varieties Intercropping at Various Nitrogen Levels in Karaj, Iran. Journal of CentralEuropean Agriculture Vol. 7 No. 2, 359-364.

Susilowati Sri Hery., Muhamad Maulana. 2012. Luas Lahan Usahatani dan kesejahteraan petani: Eksistensi Petani Gurem dan Urgensi Kebijakan Reforma Agraria. Analisis Kebijakan Pertanian. Volume 10 No. 1, Maret 2012: 17-30.

Downloads

Published

2023-06-21