KOMPOS AZOLLA (Azolla pinnata) UNTUK SUBSTITUSI PUPUK SINTETIK PADA TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans Poir)

Authors

  • Derry Yogo Prabowo Program Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
  • Nanik Setyowati Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
  • Sumardi Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Keywords:

Pertanian Organik, Pertanian Berkelanjutan, Pupuk Organik

Abstract

Peningkatan produksi tanaman dapat dilakukan melalui pemupukan. Namun demikian, penggunaan pupuk sintetik secara terus menerus dan tidak bijaksana dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Aplikasi pupuk organik merupakan salah satu pilihan untuk mengurangi dampak negatif pupuk sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis kompos Azolla (Azolla pinnata Poir) terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung (Ipomoea reptans Poir). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UNIB, Bengkulu pada bulan Mei sampai dengan Juni 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan tunggal. Faktor perlakuan yang dimaksud adalah dosis kompos Azolla yang terdiri atas 4 taraf yaitu 0 ton/ha, 2 ton/ha, 4 ton/ha, dan 6 ton/ha dan kontrol (pupuk sintetik NPK 200 kg/Ha). Hasil penelitian menunjukkan, dosis terbaik kompos Azolla untuk tanaman kangkung adalah 6 ton/ha yang menghasilkan tanaman tertinggi (32.46 cm), jumlah daun terbanyak (23.78 helai), daun dan tangkai daun terpanjang berturut-turut 11.93 cm dan 6.35 cm, diameter batang terbesar (77 mm) serta bobot segar total dan bobot segar tajuk terberat yaitu berturut-turut 98.44 g dan 75.22 g. Hasil tersebut setara dengan aplikasi pupuk sintetik pada dosis rekomendasi yaitu 200 kg NPK/Ha. Dengan demikian kompos Azzola dapat mensubstitusi penggunaan pupuk sintetik pada budidaya kangkung darat.

References

Adijaya, I.N., dan I.M, Yasa. 2014. Pengaruh pupuk organik terhadap sifat tanah, pertumbuhan dan hasil jagung. Prosiding Seminar Nasional “Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi”. Banjarbaru.

Azizah, N., G. Haryono dan Tujiyanta. 2016. Respon macam pupuk organik dan macam mulsa terhadap hasil tanaman sawi caisin (Brassica juncea L.) var. tosakan. Vigor: Jurnal Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika, 1 (1): 44-51.

Bayer, C, L.P. Martin-Neto., J. Mielniczuk., C.N. Pillon. and L. Sangoi. 2001. Changes in soil organic matter fractions under subtropical no-till cropping systems. Soil Sci. Soc. Am. J. 65(1): 1473-1478.

Bertham, Y.H.R., 2002. Respon tanaman kedelai (Glycine max (L) Merill) terhadap pemupukan fosfor dan kompos jerami pada tanah ultisols. J. Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 4(2): 78-83.

Fikdalillah, M. Basir dan I. Wahyudi. 2016. Pengaruh pemberian pupuk kandang sapi terhadap serapan fosfor dan hasil tanaman sawi putih (Brassica pekinensis) pada entisols Sidera. e-J. Agrotekbis, 4(5): 491- 499.

Food and Agriculture Organization of United Nations. 2004. The Ethics of Sustainable Agricultural Intensification. FAO. Rome.

Galketiya, C., T.S. Weerarathna, J.C. Punchihewa, M.N. Wickramaratne, and D.B.M. Wickramaratne. 2017. Screening of edible plants in Srilanka for antioxidant activity. Journal of Medicinal Plants Studies, 5 (1): 91 – 95.

Gomez, K.A. and A.A. Gomez. 1984. Statistical Procedures for Agricultural Research. Penerbit John Wiley, Sons. Inc.Laguna. Diterjemahkan oleh E. Syamsuddin dan J. S. Baharsjah. 1995. Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Juarsah, I. 2014. Pemanfaatan pupuk organik untuk pertanian organik dan lingkungan berkelanjutan. Prosiding Seminar Nasional Pertanian Organik Februari 2014. Balai Penelitian Tanah, Bogor.

Lawenga, F.F., U. Hasanah dan D. Widjajanto. 2015. Pengaruh pemberian pupuk organik terhadap sifat fisika tanah dan hasiltanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) di Desa Bulupountu Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. e-J. Agrotekbis, 3(5): 564-570.

Lingga, P dan Marsono. 2001. Petunjuk Pengunaan Pupuk. Penebar Swadaya, Jakarta.

Parnata, A.S. 2010. Meningkatkan Hasil Panen dengan Pupuk Organik. Agro Media Pustaka, Jakarta.

Edi, S. 2014. Pengaruh pemberian pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir). Bioplantae, 3(1): 17-24.

Elmizan, Muyassir dan Fikrinda. 2014. Sifat kimia tanah, pertumbuhan dan hasil padi sawah (Oryza sativa L.) akibat pemberian Azolla (Azolla pinnata L.) dalam bentuk pupuk hijau dan kompos. Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan, 3(1): 441-446.

Purnomo, R., M. Santoso dan S. Heddy. 2013. Pengaruh berbagai macam pupuk organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Jurnal Produksi Tanaman, 3 (1): 93-100.

Raihan, S. dan Nurtitayani. 2002. Pengaruh pemberian bahan organik terhadap N dan P tersedia tanah serta hasil beberapa varietas jagung di lahan pasang surut sulfat masam. Agrivita, 23(1): 13-19.

Rohman, F.M dan P. W. Karuniawan. 2018. Pengaruh komposisi pupuk urea dengan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Jurnal Produksi Tanaman, 6 (12): 2999-3005.

Siregar, P., Fauzi dan Supriadi, 2017. Pengaruh pemberian beberapa sumber bahan organik dan masa inkubasi terhadap beberapa aspek kimia kesuburan tanah Ultisols. Jurnal Agroekoteknologi FP USU, 5(2): 256 - 264.

Supartha, I. N. Y., G. Wijana dan G. M. Adnyana. 2012. Aplikasi jenis pupuk organik pada tanaman padi sistem pertanian organik. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 1 (2): 98-106.

Suryati dan S. Anom. 2015. Uji beberapa konsentrasi pupuk cair azolla (Azolla pinnata) pada pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pembibitan utama: Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Riau. Pekanbaru.

Sofiari, E. 2009. Karakterisasi kangkung varietas sutera berdasarkan panduan pengujian individual. Buletin Plasma Nutfah, 15(2): 49- 50.

Sumarni, N., R. Rosliani, dan A.S. Duriat. 2010. Pengelolaan fisik, kimia, dan biologi tanah untuk meningkatkan kesuburan lahan dan hasil cabai merah. J. Hort., 20(2):130-137.

Sutedjo, M.M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Tufaila, M., D. D. Laksana dan S. Alam. 2014. Aplikasi kompos kotoran ayam untuk meningkatkan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) di tanah masam. Jurnal Agroteknos, 4 (2): 244107.

Wati, L.E.V., T.D Sulistyo dan Mujiyo. 2017. Dosis pupuk kandang dan umur panen pada produksi baby kangkung (Ipomoea reptans). Journal of Sustainable Agriculture, 32(2): 68-74.

Widiwurjani dan Guniarti. 2006. Pengujian cara panen dan pemupukan terhadap hasil sayuran kangkung. Jurnal Habitat, 17(3): 187-193.

Widodo, K.H. dan Z. Kusuma. 2018. Pengaruh kompos terhadap sifat fisik tanah dan pertumbuhan tanaman jagung di inceptisol. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 5(2): 959-967.

Widowati, L.R. 2004. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Wijaya. 2008. Nutrisi tanaman sebagai penentu kualitas hasil dan resistensi alami tanaman. Agrosains, 9(2): 12-15.

Zendrato, Y. dan Adiwirman. 2018. Pengaruh pemberian kompos jerami padi dan upuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans P.). JOM Faperta Universitas Riau, 5(2): 1- 18.

Yuliana, Y., E. Rahmadani, E dan I. Permanasari. 2015. Aplikasi pupuk kandang sapi dan ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe (Zingiber officinale Rosc.) di media gambut. Jurnal Agroteknologi, 5 (2): 37-42.

Downloads

Published

2023-06-21