PENGARUH PEMBERIAN MOL BONGGOL PISANG TERHADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABE RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.)

Authors

  • Fandi Ahmad Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Madako
  • Junaedi Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Madako
  • Kahar Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Madako

Keywords:

Tanaman cabai rawit, MOL bonggol pisang

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian MOL Bonggol Pisang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Penelitian ini dilaksanakan di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah. Dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan September 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yaitu konsentrasi MOL bonggol pisang (R) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu : Tanpa pemberian MOL bonggol pisang (R0), konsentrasi MOL bonggol pisang 10 ml/liter air (R1), 15 ml/liter air (R2), 20 ml/liter air (R3), 25 ml/liter air (R4) dan konsentrasi MOL bonggol pisang 30 ml/liter air (R5). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 18 unit penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi MOL bonggol pisang 20 ml/liter air pada tanaman cabai rawit dapat memberikan hasil yang lebih baik terhadap tinggi tanaman pada umur 4 MST yaitu 24,75 cm, jumlah daun pada umur 2 dan 4 MST, masing-masing 7,30 helai dan 24,90 helai. Demikian pula jumlah cabang produktif rata-rata sebanyak 6,33 cabang, jumlah buah rata-rata sebanyak 26,87 buah dan berat buah rata-rata seberat 41,70 g, nyata lebih baik dibanding dengan perlakuan konsentrasi MOL bonggol pisang lainnya.

References

Badan Pusat Statistk, 2018. Sulawesi Tengah Dalam Angka. 2017. BPS Sulawesi Tengah,

Palu.

Badan Pusat Statistk, 2018. Kabupaten Tolitoli Dalam Angka. 2017. BPS Kabupaten Tolitoli. Tolitoli

Lingga. P., dan Marsono, 2001. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya Jakarta. Misran, L., 2003. Panili, Budidaya dan Penanganan Pasca Panen. Penerbit Kanisius

Yokyakarta.

Musnawar, 2003. Pupuk Organik. Penebar Swadaya, Jakarta.

Prajananta, 2009. Agribisnis Cabai Hibrida. Penebar Swadaya, Jakarta.

Prastyo, J.A., 2015. Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Bonggol Pisang Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleraceae L.). Skripsi. Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah

Malang. Malang.

Samekto, R., 2008. Pemupukan. PT. Citra Aji Parma. Yokyakarta.

Santika, 2009. Klasifikasi Tanaman Cabai. www.tempointeraktif.com. Diakses tanggal 26 Maret 2011.

Sastrosupadi, A., 2000. Rancangan Percobaan Praktis Bidang Pertanian. Penerbit Kanisius Yokyakarta,

Setyamidjaja, D., 2001. Pupuk dan Pemupukan. CV. Simplex, Jakarta.

Setyati, S., H., 2001. Pengantar Agronomi. Penerbit Rajawali Press, Jakarta.

Soewito, M.D.S., 2009. Bercocok Tanam Seledri. Penerbit CV. Titik Terang, Jakarta.

Suhastyo, I., 2011. Mengolah Bonggol Pisang Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) MOL dan Cara Aplikasinya. Jurnal. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Sumarni, N., 2009. Budidaya Tanaman Cabai Merah, Teknologi Produksi Cabai Merah. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sutejo, M.M., 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta.

Downloads

Published

2023-06-26