APLIKASI PUPUK BIO-ORGANIK CAIR UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI
Keywords:
Sayuran, pertanian organik, ramah lingkunganAbstract
Sawi (Brassica rapa L.) merupakan salah tanaman hortikultura sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Budidaya sawi saat ini masih banyak menggunakan input dari bahan-bahan kimia buatan pabrik (agrokimia), khususnya pupuk dan pestisida, sehingga produk yang dihasilkan tidak aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu menggunakan input alami seperti penggunaan pupuk organik. Salah satu pupuk yang berperan baik dalam meningkatkan hasil tanaman sawi serta aman bagi lingkungan adalah penggunaan pupuk Bio-organik cair, karena mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman, juga mengandung mikroba untuk membantu meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk bio-organik cair yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Penelitian dilaksanakan di Bulupontou Jaya Desa Olobojo Kecamatan Sigi-Biromaru, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah; pada bulan April-Nopember 2022. Pada penelitian ini digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan berbagai konsentrasi pupuk Bio-organik cair (BOC) Herbafarm, terdiri atas: (K0)= kontrol (tanpa pupuk BOC, (K1)= BOC konsentrasi 5 ml/L-1 air, (K2)= BOC konsentrasi 10 ml/L-1 air, (K3)=BOC konsentrasi 15 ml/L-1 air, dan (K4)= BOC konsentrasi 20 ml/L-1 air. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali, sehingga terdapat 15 unit percobaan. Setiap unit perlakuan diwakili oleh 6 (enam) tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi BOC Herbafarm dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi, dimana konsentrasi BOC 10-20 ml/L air menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, total luas daun per tanaman, total bobot kering per tanaman dan hasil sawi per hektar lebih tinggi, dibandingkan dengan perlakuan tanpa BOC.References
Agustina, R, A., 2013. Respon Pertumbuhan dan Hasil Cabai Merah (Capsicum annum L.) terhadap waktu pemberian dan Konsentrasi Herbafarm. Jurnal Magrobis. Vol. 15(2): 17-25. Fakultas Pertanian. Universitas Kutai Kartanegara. Tenggarong.
Anty, K. 1980. Urin Sapi. http///Kompas-cetak. Barisan. 15 htm 2. (25 Juni 2019). Com/infoherbafarm.html.
Gardner, F.,T., R. B. Pearce, R. L. M. 2008. Fisiologi Tanaman Budidaya. Penerjamah Herawati Susilo, pendamping Subiyanto. Jakarta. UI Press. 428p.
Gomez, K.A. and A.A.Gomez. 1995. Prosedure statistik untuk penelitian pertanian. Terjemahan Endang Syamsuddin dan Justika S Baharsjah. Edisi kedua. UI-Press. Jakarta.
Gusta, A.R. and M. Same, 2021. The Effect of Organic Fertilizer and NPK on the Growth of the Master Pepper Plants. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science. IOP Publishing. 2nd International Conference on Agriculture and Applied Science (ICoAAS 2021).
Hadisuwito, S. 2012. Membuat Pupuk Organik Cair. PT. AgroMedia Pustaka. Jakarta. 74p. Hakim, N., M.Y. Nyakpa, A.M. Lubis, S.G. Nugroho, M.R. Saul, M.A. Diha, G.B. Hong &
H.H. Bailey. 1986. Dasar-dasar ilmu tanah. Universitas Lampung. Lampung. Haryanto, Suhartini, Rahayu, dan Sunarjo. 2007. Sawi dan Selada.Penebar Swadaya.
Jakarta.
Hasibuan, B. E. 2010. Jenis dan dosis pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi komposisi bahan organik pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal produksi tanaman. 1(3): 21-29.
Hasibuan, S. 2015. Respon Pemberian Konsentrasi Pupuk Herbafarm dan POC Keong Mas terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.). https://jurnalonline.files.wordpress.com. diunduh pada tanggal 5 Februari 2018
Indriyani, H.Y. 2004. Membuat Kompos Secara Kilat. Penebar Swadaya. Jakarta.
Prosiding Seminar Nasional PERHORTI 2022, 19-20 Oktober 2022
Naswir., 2003. Pemanfaatan Urin Sapi yang Difermentasi Sebagai Nutrisi Tanaman. http://www.tumontou.net/702/07134/2018/07/20,htm4.
Priatyo, A. 2002. Urin sapi harapan petani non pestisida. Jurnal saint dan teknologi. Balai IPTEK dan BPPT. Vol. 10. No. 1 : 18-29.
Rahmawati, E., Karno, dan R. A. Agustina, 2015. Respons Pertumbuhan dan Hasil Cabai Merah (Capsicum Annum L.) Terhadap Waktu Pemberian dan Konsentrasi Herbafarm. Magrobis Journal, 15 (2): 17-25.
Raihan, S. dan Nurtiyanti. 2002. Pengaruh Pemberian Bahan Organik terhadap N dan P Tersedia tanah Serta Hasil beberapa Varietas Jagung di Lahan Pasang Surut Sulfat Masam. Agrivita 23 : 13-19.
Riswanto, 2009. Pupuk BioOrganik Cair Herbafarm (On-line) https://www.group- nutrend.com diakses tanggal 29 Agustus 2012.
Subandi. 2013. Peran dan Pengelolaan Hara Kalium Untuk Produksi Pangan di Indonesia. Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian. 6(1), 1–10.
Subandri, A.J.D., Ansar, M., dan Syakur, A. 2020. Pengaruh Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Merah (Capsicum annuum L.). Jurnal Agrotekbis. Vol. 8(1):167-177. ISSN : 2338-3011.
Sudana, M., G.N.A.S. Wirya, dan P. Sudiarta. 2012. Pemanfaatan Biourin Sebagai Biopestisida dan Pupuk Organik Pada Usaha Budidaya Tanaman Sawi Hijau (Brassica rapa var. parachinensis L) Organik. Laporan Penelitian Tahun I. Universitas Udayana. Denpasar.
Sudjijo. 1994. Pengaruh Beberapa Jenis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Wortel. Jurnal Hortikultura.
Suriadikarta., D. Ardi., dan Simanungkalik, R.D.M. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Jawa Barat.
Susetya, S.P. 2001. Panduan Lengkap Membuat Pupuk Organik. PustakaBaru. Yogyakarta.
Sutari, N. W. S., 2010. Pengujian Kualitas Bio-urin Hasil Fermentasi dengan Mikroba yang Berasal dari Bahan Tanaman Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L). TESIS Program Studi Bioteknologi Pertanian, Program Pascasarjana, Fakultas Pertanian, Unuversitas Udayana, Denpasar.
Sutarya, 2005. Bertanam Sawi Pakcoy. Agro Media Pustaka. Jakarta.
Sutedjo, M.M. 2010. Pupuk dan Cara Pemupukan. P.T. Rineka Cipta. Jakarta.
Sutirman. 2011, Budidaya Tanaman Sayuran Sawi di Dataran Rendah Kabupaten Serang Provinsi Banten. Banten.
Syafrizal., R.I 2014. Aktivitas enzim ligninolitik fungsi pelapuk putih Omphalina sp. dan ploerutus ostreatus pada limbah lignoselulosa. Skripsi Fakultas Pertanian IPB. Bogor.
Triyanto, Y. Siswa Panjang Hernosa dan Jefrison. 2015. Respon Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Herbafarm Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bayam Cabut (Amaranthus tricolor L.) Program Studi Agroteknologi, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Labuhabatu. Vol 2 no 2.
Wedari, N. 2012. Pupuk Bio Organik Herbafarm. http//www.herbafarmnutriend.
Wong. M. 2005. Visual Symptoms of Plant Nutrient Deficiencies in Nursery and Landscape Plants, Soil and Crop Management, Cooperative Extension Service. College of tropical agriculture and human resources. University of Hawai‟I at Manoa.88p.
Zulkarnain, H. 2010. Dasar-dasar hortikultura. Bumi Aksara. Jakarta.