SATUAN PANAS SEBAGAI KRITERIA PANEN PADA PEPAYA MIBA (Carica papaya L.)

Authors

  • Ronni Rahmad Parinduri Alumni Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
  • Winarso Drajad Widodo Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
  • Ketty Suketi Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor

Keywords:

antesis, kriteria panen, mutu fisik, mutu kimia

Abstract

Pepaya merupakan buah klimakterik, produksi CO2 dan etilennya tinggi pada saat proses pemeraman. Mutu buah yang baik diperoleh ketika buah dipanen pada saat stadia kematangan yang tepat. Penggunaan kriteria umur panen dengan perhitungan jumlah hari setelah antesis di daerah Bogor menghasilkan perubahan warna kulit buah pepaya yang tidak teratur dan tidak sama pada setiap waktu panen buah sehingga tingkat kematangan fisiologi buah diduga berbeda. Tujuan penelitian ini mengkaji satuan panas (degree days) sebagai kriteria panen pepaya Miba dalam menghasilkan mutu buah yang baik. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB, Tajur dan Laboratorium Pascapanen Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2019. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) yang dikelompokkan berdasarkan waktu penandaan bunga. Percobaan ini didasarkan pada faktor tunggal yaitu umur panen buah yang terdiri atas 5 umur panen: 110, 115, 120, 125, dan 130 hari setelah antesis (HSA) dengan 3 ulangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah pepaya Miba dapat dipanen pada 120- 130 HSA (2040- 2180 oC hari). Pada tingkat matang peram yang sama, perbedaan jumlah hari setelah antesis tidak mempengaruhi kriteria matang peram buah pepaya. Satuan panas 2180 oC hari dapat digunakan sebagai kriteria panen yang baik untuk pepaya Miba.

References

Abdurrohim MS, Widodo WD, Suketi K. 2018. Heat unit establishment as harvest criteria on “Mas Kirana” banana at various times of antesis. JTCS. 5(2):41–48. doi:10.29244/jtcs.5.2.41-48.

Apriani KR. (2017). Pengaruh umur panen terhadap kualitas kematangan pascapanen buah dan viabilitas benih pepaya Sukma. Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.Brown PW. 2013. Heat Unit. Arizona (US): The University of Arizona.

Farida R. (2017). Pengaruh jumlah satuan panas terhadap kematangan pascapanen dan viabilitas benih pepaya Callina. Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Handayani T, Widodo WD, Kurniawati A, Suketi K. 2020. Optimasi Heat Unit sebagai Kriteria Panen Pisang Barangan dari Lima Waktu Antesis. J. Hort. Indonesia, 11(1): 24031.

Koesmaryono, Y., Sangadji, S, June, T. (2002). Akumulasi panas tanaman soba (Fagopyrum esculentum Moench cv. kitawase) pada dua ketinggian di iklim tropika basah. J Agromet. 16:8-13.

McMaster GS, Wilhelm W. (1997). Growing degrees-days: one equation, two interpretations. Agricultural and Forest Meteorology 87:291-300.

Nora HN. (2017). Penentuan umur petik pepaya Calina berbasis satuan panas. Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Paull RE, Gross K, Qiu Y. (1999). Changes in papaya cell walls during fruit ripening. Postharvest Biology and Technology. 16(1): 79-89.

Pratiwi, HE, Suketi K, Widodo WD. (2013). Aplikasi kalium permanganat sebagai oksidan etilen dalam penyimpanan buah pepaya IPB Calina. hal. 44-50. Dalam Kartika JG, Suwarno WB, Ardhie SW, Sanura CPE, Fitriana FN (Eds). Membangun sistem baru Agribisnis Hortikultura Indonesia pada Era Pasar Global. Prosiding. Seminar Ilmiah Perhimpunan Hortikultura (PERHORTI). Bogor, 9 Oktober 2013.

Siregar, MS. (2018). Optimasi waktu panen pisang Cavendish berdasarkan akumulasi satuan panas.

Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Sujiprihati S, Suketi K.(2009). Budidaya Pepaya Unggul. Bogor (ID): Penebar Swadaya.

Suketi, K. 2011. Studi morfologi bunga, penyerbukan dan perkembangan buah sebagai dasar pengendalian mutu buah pepaya IPB. Disertasi. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Suketi K., Poerwanto R, Sujiprihati S, Sobir, Widodo WD. (2010). Studi karakter mutu buah pepaya IPB. J. Hort. Indonesia. 1(1): 17-26

Susilo DEH. (2016). Menghitung waktu panen tanaman bawang merah berbasis heat unit pada pemberian pupuk organik di tanah gambut. Anterior Jurnal. 16(1):47-56

Syakur A. (2012). Pendekatan satuan panas (heat unit) untuk penentuan fase pertumbuhan dan perkembangan tanaman tomat di dalam rumah tanaman (greenhouse). J. Agroland. 19(2):96- 101

Taris ML, Winarso WD, Suketi K. (2015). Kriteria kematangan buah pepaya (Carica papaya L.) IPB Callina dari beberapa umur panen. J. Hort. Indonesia. 6(3):172-176

Umber M, Paget B, Hubert O, Salas I, Salmon F, Jenny C, Chillet M, Bugaud C.(2011). Application of thermal sums concept to estimate the time to harvest new banana hybrids for export. Scientia Horticulturae. 129:52-57. doi: doi.org/10.1016/j.scienta.2011.03.005.

Widodo WD, Suketi K, Yulyana E. (2016). Kriteria kematangan pascapanen pisang Mas Kirana (Musa sp. AA Group) berbasis satuan panas. hal. 93-99. Dalam Bahrun AH, Iswoyo H, Dermawan R, Saleh IR, Yanti CWB, Ashan MD, Jufriadi (Eds). Peningkatan Produksi Pangan dan Hortikultura yang Berdaya Saing Mendukung MEA. Seminar Nasional PERHORTI DAN PERAGI 2016. Makassar, 14 November 2016.

Widodo WD, Suketi K, Maulida F. (2020). Studi degreening, kesegaran, dan daya simpan buah naga merah (Hylocereus polyrhizus (Weber) Britton & Rose) untuk menentukan kriteriapanen optimum. Jurnal Agron. Indonesia 48 (3), 314-322.

Widodo WD, Suketi K, Fitriansyah A. 2021a. Pemantapan Satuan Panas sebagai Kriteria Panen Terukur Pisang Raja Bulu. Jurnal Hort. Indonesia 12(2): 99-107.

Widodo WD, Suketi K, Mujiib A. 2021b. Optimalisasi Satuan Panas sebagai Kriteria Panen Terukur Pisang Barangan. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS 5 (1), 454- 462

Downloads

Published

2023-06-26