BUDIDAYA KANGKUNG SISTEM HIDROPONIK RAKIT APUNG KANGKUNG PRODUCTION ON THE FLOATING HYDROPONIC SYSTEM

Authors

  • Nazwa Aulia Nisa Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian, Sekolah Vokasi, IPB University
  • Shandra Amarillis Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University
  • Dwi Guntoro Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University

Keywords:

Budidaya, Produktivitas, Sayuran, Tanpa Tanah

Abstract

Pada sawah tadah hujan sering terjadi masalah ketersediaan air untuk penanaman padi, sehingga jika Budi daya kangkung hidroponik sistem rakit apung dilakukan di Aribusiness and Technology Park (ATP) IPB menggunakan benih unggul kangkung yang diproduksi oleh Tanindo Surabaya. Budi daya kangkung dilakukan selama 24 hari dimulai dari 19 Februari – 15 Maret 2022. Jenis media tanam yang diberikan yaitu media tanam cocopeat dan arang sekam (1:1), media tanam cocopeat dan arang sekam (4:1), media tanam arang sekam dan media tanam cocopeat. Peubah yang diamati yaitu daya berkecambah, tinggi tanaman, jumlah daun, EC, panjang akar, hama dan penyakit tanaman, bobot hasil panen menghitung kelayakan usaha tani di ATP IPB. Penanaman kangkung pada jenis media tanam cocopeat memiliki pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan jenis media tanam yang menggunakan cocopeat dan arang sekam (1:1), cocopeat dan arang sekam (4:1) dan arang sekam karena cocopeat memiliki unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tanaman selain itu cocopeat juga memiliki harga yang relatif lebih murah dari pada arang sekam. Hasil perhitungan analisis usaha tani kangkung sistem hidroponik rakit apung menguntungkan dengan nilai R/C 2,17 dan Payback Period yaitu 1,8 artinya jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup pengeluaran biaya investasi dalam waktu 1,8 tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa usaha budi daya kangkung hidroponik rakit apung layak untuk diusahakan.

References

Agoes DS. 1994. Aneka Jenis Media Tanam dan Penggunaannya. Jakarta: Penebar Swadaya.

Bachri Z. 2017. Kangkung Hidroponik. Jakarta: Penebar Swadaya.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2020. Produksi Tanaman Sayuran 2020. [internet]. Tersedia pada: https://www.bps.go.id. Binawati DK. 2012. Pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan anggrek bulan (Phalaenopsisi sp.). Jurnal Wahana. 1:58-60.

[Ditjenbun] Direktorat Jendral Perkebunan. 2020. Pengenalan dan Pengendalian Hama Ulat Kipat (Cricula trifenestrata) Pada Kayu Manis. Direktorat Jendral Perkebunan. Jakarta: Ditjenbun.

Indriyanto. 2008. Pengantar Budidaya Hutan. Jakarta: Bumi Aksara.

Iqbal M. 2016. Simpel Hidroponik. Yogyakarta: Andi Offset.

Irawati, Salamah Z. 2013. Pertumbuhan tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir) dengan pemberian pupuk organik berbahan dasar kotoran kelinci. Jurnal Bioedukatika. 1(1):1-96.

Kusmarwiyah R, Erni S. 2011. Pengaruh media tumbuh dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri (Apium graveolens L.) Jurnal Crop Agro. 4(2):7-12.

Maghfoer MD, Soelytyono R, Ashrina M. 2015. Pengaruh tingkat elektro konduktivitas dan waktu peningkatan nya pada pertumbuhan dan hasil tanaman melon (Cucumis melo) sistem hidroponik terapung. Jurnal Budidaya Pertanian. 29(3):284-292.

Novizan. 2005. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Sarido L, Junia. 2017. Uji pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) dengan pemberian pupuk organik cair pada sistem hidroponik. Jurnal Agrifor. 16(1):65-74.

Setiawan F. 2021. Kandungan dan Manfaat Tersembunyi dari Arang Sekam. [7 November 2022]. https://dppp.bangkaselatankab.go.id/post/detail/964-kandungan-dan- manfaat-tersembunyi-dari-arang-sekam.

Sitompul SM ,Gritno B. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta: UGM Press Suprianto E. 1998. Evaluasi beberapa varietas dan galur padi pada kondisi kekeringan

[skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Susilawati. 2019. Dasar-Dasar Bertanam Secara Hidroponik [skripsi]. Palembang: Universitas Sriwijaya.

Downloads

Published

2023-06-20