Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah Dengan Perlakuan Jarak Tanam dan Ekstrak Kecambah Kacang Hijau

Authors

  • Fachirah Ulfa Program Studi Agroteknologi, Departemen Budidaya Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin
  • Muhamad Arif Nasution Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Bosowa
  • Musfira Program Studi Agroteknologi, Departemen Budidaya Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin

Keywords:

bawang merah, jarak tanam, ekstrak kacang hijau

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pengaplikasian ekstrak kacang hijau dan jarak tanam terhadap pertumbuhan produksi tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari sampai Maret 2024 di Dusun Tuanglewo Desa Tawaroe Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan. Lokasi penelitian terletak dengan koordinat 04º16’2’’LS 120º16’37’’BT pada ketinggian 9 m dpl. Penelitian ini dirancang menggunakan petak terpisah (RPT). Petak utama : jarak tanam terdiri dari 4 taraf yaitu 10 cm x 10 cm, 10 cm x 15 cm, 10 cm x 20 cm, dan 10 cm x 25 cm. Sedangkan anak petak: ekstrak kacang hijau terdiri dari 3 taraf yaitu control, 5 ml/l, dan 10 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara jarak tanam 10 cm x 25 cm dan ekstrak kecambah kacang hijau 10 ml/l pada tinggi tanaman umur 60 HST (35.33 cm), jumlah daun umur 60 HST (19.78 helai), klorofil a (126.05 µmol.m−2), klorofil b (100.44 µmol.m−2), dan klorofil total (355.52 µmol.m−2). Pada perlakuan jarak tanam 10 cm x 15 cm dan ekstrak kecambah kacang hijau 10 ml/l memebrikan hasil terbaik pada produksi umbim−2 (0.34 kg) dan produksi umbi per hektar (0.143 ton/ha). Perlakuan ekstrak kecamabah kacang hijau 10 ml/l memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah umbi per petak (8.22 g), bobot umbi kering (8.88 g), dan diameter umbi kering (24.83 mm).

Downloads

Published

2025-01-09